Siapa yang sangka tinggal di salah satu kota yang menjadi "pusat dunia" adalah the ultimate test buat perawatan rambut saya. Ya rambut. Padahal, kalau kita beli merk-merk produk perawatan rambut atau kecantikan atau fashion apapun pasti abis Paris atau New York, nyebut LONDON.
To begin with, rambut saya emang rewel. Aslinya memang keriting banget dan kaku, dan banyak. And I prefer to wear it straight. Okay. There i said it. It's just less....drama with it and life is just so much easier. I prefer it straighthened and also blow dried. Di Jakarta pun, untuk mencapai tampilan yang pantas, saya harus melalui serangkaian uji coba dan kegagalan. Mencari salon dan kapster yang oke dan paham ngurus rambut saya, mencari potongan rambut yang ok, latihan blow dry sendiri sampai mencari produk dan metode perawatan yang sesuai. Sampai akhirnya saya sudah mendapatkan rutinitas dan tampilan yang saya mau. Hair smoothing dengan L'Oreal extenso plus gunting dua bulan sekali di salon Trenz di Giant sama mbak Lika. Keramas dengan urutan terbalik: sesekali hair mask L'Oreal, conditioner Sunsilk lalu baru terakhir keramas pakai shampoo mahal Phytoprogenium. Lalu hair serum Makarizo yang heat protectant untuk kemudian di blow dan habis itu gulung poni.
Yup. Begitulah rezim perawatan rambut saya yang lebih autoritatif daripada Orba.
Tentunya itu semua harus berakhir saat saya pindah ke London, tapi siapa sangka tantangannya akan lebih berat daripada sekedar kehilangan mbak Lika atau hair serum Makarizo. Pertama, salon itu mahal dan mahasiswa jarang ada yang afford, paling-paling mereka volunteer sebagai hair model di sekolah-sekolah hair dressing untuk mendapatkan potong rambut gratis. Gunting rambut di salon "murah" seharga 6 pound, kalau di salon yang serius setidaknya 20 pound. Kalau potong rambut aja segitu mahalnya, jangankan hair smoothing yaaaa. Don't even think about it. Kedua, saya belum uji coba produk-produk shampoo, conditionoer dan hair mask serta hair serum yang dijual di sini. Tapi ada tantangan lain yang bikin semuanya jauh lebih berat.
Saudara-saudara, air London itu sangat keras dan membuat rambut saya kering dan kaku lebih dari apapun. Waktu di awal-awal saat saya masih pegang segala produk dari Indonesia, sudah terasa bahwasanya rambut saya terasa jauh lebih kering dan kesat, bener-bener kayak sapu.
Anyway, my hair is a disaster for the first 4 months and I couldn't do anything about it. Sumpah penampilan yang nggak ok bikin gw bener-bener nggak pede. Call me superficial tapi gw bener-bener merasa down. Trus, udah beli shampoo yang mahalan dikit, conditioner ini itu, spray ini itu, hair mask lah, ga ada yang ngefek. Bahkan sesudah hair mask yang amat intensif pun rambut saya masih kaku dan kasar. Dari awal sebetulnya tante saya udah ngasih tau bahwa pasti airnya yang masalah, tapi saya gak percaya. Masa sih air bisa bikin rambut jadi rusak.
Setelah frustrasi selama 4 bulan akhirnya saya google juga soal efek air London terhadap rambut, dan bener loh, ternyata masalah dengan air London dialami oleh blogger-blogger lain. Membaca saran mereka, saya membeli filter jug dari amazon dan mulai melakukan bilasan terakhir dengan air yang difilter. Waktu jug-nya belom nyampe saya sempat beli air mineral botol buat ngebilas! Saya juga membeli minyak kelapa dan mulai meminyaki rambut saya selalu sebelum keramas. Hasilnya: rambut saya pun melunak.
Tapi karena tidak di-smoothing tentunya dia tetap keriting dan banyak kan, dan saya udah lumayan frustrasi dengan keadaannya. Bayangin rambut lo setengah lurus di bagian bawah, terus atasnya keriting! Bukan cuma tampilan saja, tapi rasanya punya rambut keriting di kulit kepala itu buat saya amat nggak nyaman. Jadi saya mulai cari L'Oreal extenso di amazon. Tadinya tante saya udah nawarin jasa temennya yang katanya bisa guntingin rambut dan mungkin bisa juga nge smoothing rambut untuk dipanggil ke rumah. Tapi saya takut, soalnya kalau sampai salah pegang, rambut saya bisa rusak parah. Saya lebih percaya diri saya sendiri daripada orang baru, karena toh saya udah ngeliat cara mbak Lika kerja berkali-kali. So be it, saya pesan lah itu obat dari amazon yang dikirim dari THAILAND seharga 20 pound (bisa untuk 3 kali proses), dan saya menunggu 2 minggu barangnya nyampe. It is not bad at all. My hair is now straight(ish) and I am happy.
Now, the quest for the right hair product is another story. Akhirnya saya cari produk Phyto di sini. Itu kan produk dari Paris, masa bisa nyampe Jakarta tapi ga bisa nyampe London ya. Meski harus mesen untuk dapet varian yang saya mau, tapi produknya ada dan saya kembali memakai Phytoprogenium kesayangan. Harganya kalau di kurs sama sih dengan di Jakarta. Saya yang sempat menjadi korban iklan produk Aussie dan juga produk Lush yang menawarkan "bahan alami" tapi akhirnya berhenti memakai kedua produk mahal (sekitar 4-6 pound sebotol) itu dan mengganti dengan conditioner Alberto Balsam seharga 99p yang ironisnya adalah produk yang diperkenalkan tante saya pertama kali. Saya ingat rambut saya lebih baik waktu pertama make conditioner itu daripada produk-produk apapun yang saya coba setelahnya. Sementara untuk serum, setelah sedikit riset di internet, saya coba produk Organix Moroccon Oil seharga 6 pound untuk menggantikan produk-produk sampah yang saya coba sebelumnya. Dan....my hair is back. It's back. It. is. back. After 6 months of misery.
Mungkin sebagai blogger yang baik harusnya saya ngambil selfie ya?....
Showing posts with label hair. Show all posts
Showing posts with label hair. Show all posts
Sunday, April 27, 2014
Friday, February 8, 2013
cuci rambut dengan urutan terbalik
i love the internet! you can find weird tips that works ;)
tips aneh kali ini adalah keramas dengan urutan terbalik yaitu pake conditioner dulu baru pake shampoo. tips ini gw temukan di sini
seperti sudah pernah gw ceritakan di post sebelumnya, rambut gw di smoothing 2 bulan sekali sehingga cukup ringkih dan harus dirawat mati-matian. maka, setiap kali keramas - ya, SETIAP KALI - gw biasanya memakai hair mask selain conditioner, dan hair mask ini biasanya gw diamkan selama 20 menit. pe'er? banget! anyway, kemarin gw nyoba beli krimbat merk rudy hadisuwarno yang ginseng, karena mbak-mbak salon complain katanya rambut gw rusak banget. dia bilang harus sering-sering pake masker yang ginseng. ok, jadilah gw berganti merk dari l'oreal ke rudy yang ginseng itu. gw keramas dengan shampoo phytolactum, maskeran 20 menit pake krimbat ginseng, lalu pake conditioner sunslik yang kuning. setelah itu waktu nge-blow, keringnya susaaah banget, dan tak lama setelah di blow, rambut gw layu dan ya ampuuun kepala gw sakit karena berasa keberatan rambut! seriously! waktu gw iket itu rambut, sakit kepala langsung mereda. heboh kan?
nah langsung lah gw berniat untuk potong rambut lagi, dan mulai cari-cari model agar rambut gw yang super tebal ini bisa dikurangi agar nggak kelewat berat. nah anehnya, lagi asik-asik browsing model rambut kok malah nemunya si blog itu tadi. hmm.. menarik, jadi gw cobalah keramas terbalik kemarin. urutannya gw basahin rambut trus pake krimbat ginseng dulu, diemin 20 menit lalu bilas, pake conditioner sunslik kuning, lalu keramas pake shampoo phyto. hasilnya....: kusut xD. tapi tetap halus dan mudah disisir kok dan waktu di blow, dia agak lebih cepat kering daripada waktu itu. rasanya: bersih, ringan tapi halus! uenakeeeee! jadi, yaaay, mulai sekarang gw akan keramas seperti ini :)
Monday, February 4, 2013
my hair cost a damn lot
Hari ini, yang rencananya gw mau menghabiskan Rp. 220 ribu untuk shampoo, akhirnya end up menghabiskan Rp. 600 ribu. Shame! Shaaamee!! Begini nih yang katanya mau nabung. Bahkan semestinya gw udah cukup malu menghabiskan Rp. 220 ribu untuk sebotol shampoo.
Jadi gini ceritanya, my boss was gushing about this Phyto brand. Kata temannya, merk ini efektif sekali untuk menangani kerontokan rambut. Mbak Iis - my boss - memang memiliki masalah kerontokan rambut. Jadi, berhubung, ane orang Jakarte sedangkan die orang Bogor, beliau titip sama gw untuk beliin. Nah pergilah gw ke mall untuk beliin, tapi end up nggak berani membelikan dikarenakan beragamnya pilihan produk untuk rambut rontok/tipis/aging et cetera et cetera. Udah mana sebotolnya mahal beuuut, ntar salah beli bisa gawat.
Tapi lalu akhirnya Mbak Iis beli sendiri pas kebetulan ke Jakarta. Nah, tapi setelah beberapa lama memakai produk itu, dia complain, katanya jadi ketombean, nggak cocok. Lalu, sisa shampoo yang masih banyak itu dihibahkan ke gw. Waaawww senangnya dapet hibah sampo mahal setelah beberapa waktu lalu pernah kehibahan minyak pembersih wajah merk SK II. Hehehehehe. Sering-sering ya Mbaaak ^____^
Sebagai latar belakang, rambut gw super keriting dan super tebal helaiannya dan juga super banyak dan sekarang statusnya itu rambut di-smoothing tiap 2 bulan sekali biar tetap lurus. Sebetulnya banyak yang bilang bagusan kalau keriting, tapi masalahnya, kalau rambut keriting ditipisin, dia jatuhnya nggak bagus, sedangkan kalau nggak ditipisin, gw nggak kuat, soalnya berat dan gerah dan bikin gw sakit kepala (literally). Ditambah, rambut keriting membuat gw tampil kurang polished dan kurang profesional di dunia kerja.
![]() |
| Tebak gw yang mana! xD |
Anyway, dengan jadwal smoothing rambut yang sangat sering dan ditambah nature dari rambut keriting yang memang kering dari sononya (most rambut keriting memiliki tekstur yang sangat kering dan harus rajin sekali dirawat), rambut gw cukup rusak, kering dan kaku. Gw pun mulai hati-hati memilih produk rambut. Pernah membaca tips bahwa shampoo yang merk 'normal' beli di supermarket itu terlalu keras untuk rambut. Disarankan membeli shampoo 'merk salon' yang memiliki formula lebih lembut. Sebelum ini gw makai Schwarzkopf yang belinya di Food Hall dan cukup ok sebetulnya. Tapi gw tergoda membeli Suave yang lebih murah dan ngakunya "salon quality" tapi ternyata ngehe. Jadi begitu dapet si lungsuran Phyto (Phytolalctum, varian yang untuk frequent use), langsung dengan hepi gw coba, dan OOOOHHH BETAPA RAMBUT GW JADI LEMAS DAN HALUUUUSS.
![]() |
| Rambut yang sudah dilurusin |
So.. there you go.. Shit. Now, I have to buy a goddamn expensive shampoo. Sebotolnya Rp. 220 ribu. Well, if I am to buy a shampoo that expensive, it better be the correct one, jadilah gw riset dan pilihan jatuh pada Phytokeratine (varian untuk rambut rusak) karena sepertinya rambut yang dismoothing 2 bulan sekali membutuhkan perawatan untuk rambut rusak.
Nah hari ini gw ke toko untuk beli, karena botol hibahan sudah habis. Eh dasar ya salesnya jago, gw end up spending Rp. 600ribu. Ditawarin gratisan travel pack isi shampoo + conditioner seharga Rp. 200ribu kalau belanja Rp. 500ribu. Hm, beli shampoo 2 botol belum nyampe Rp. 500ribu... eh si masnya nawarin hair spray dan sialnya gw emang berniat beli hair spray (meskipun tadinya cuma niat beli Blue Minkle yang harganya kagak nyampe Rp 50ribu pun). Hair spray Phyto seharga Rp. 178 ribu....yang akhirnya gw rela beli hanya karena ada kata 'botanical' di depan kata 'hair spray'. 'Botanical hair spray". Take note advertising people, put the word 'botanical' in front and may be able to sell anything -____-'
Subscribe to:
Posts (Atom)

