Saturday, March 30, 2013

the socially awkward anthropologist

saat gw daftar kuliah antropologi 10 tahun yang lalu, gw gak tau bahwa social skill adalah sangat penting bagi seorang antropolog. gw tumbuh sebagai anak yang kuper dan pemalu. bahkan sampai sekarang pun gw selalu mendeklarasikan bahwa 'i hate people' and my closest friends knows that i do hate people, in general, except the very few people that i liked (well, d'uh).

Malinowski in Trobriand Island
Picture credit: www.civilization.org.uk


barangkali kalau gw tahu bahwa tugas antropolog adalah untuk menjalin hubungan baik dengan informan, meraih kepercayaan mereka dan menggali informasi sebanyak-banyaknya dari informan, mungkin gw akan gak jadi daftar. dan sampai beberapa tahun pertama pun memang gw adalah antropolog lapangan yang buruk! skripsi aja gw milih autoetnografi, which means, informannya adalah diri sendiri. curang kan? hehehe. dan selain itu gw pun gak pernah terlibat proyek sebagai antropolog. yah nasib, jaman saya dulu proyek buat mahasiswa antropologi masih sepi, tetapi kalaupun ada, gw gak yakin bahwa gw akan semangat berpartisipasi.

well, untungnya selama kuliah kekuperan gw kemudian terkikis habis. sebagian karena semakin sedikitnya 'persaingan'; gw kuliah di SD, SMP dan SMA populer yang banyak anak gaul, pinter, cakep dan kaya, sedangkan jurusan antrop jelas tidak seglamor kom misalnya ;), sebagian lagi karena bertemu teman-teman yang bisa mengajari gw untuk bergaul dengan orang. yes people, gw baru belajar bergaul dengan proper pada usia kuliah. caranya? sama seperti bagaimana bayi belajar: yaitu meniru. di masa kuliah ini gw bertemu dengan teman-teman dengan social skill luar biasa, terutama sekali my most cheerful friend Indon yang teknik rapporting-nya gw contek habis karena sungguh efektif!

ok, so that's addressing my socializing problem, tapi bagaimana dengan my research technique problem? tentunya butuh skill yang lebih jauh lagi untuk bisa memasukan diri dalam setting masyarakat yang berbeda-beda untuk bisa menggali informasi. teknik mencairkan suasana dan menjalin kedekatan sangat berguna, tapi bagaimana dengan teknik menggali informasi? long story.

setelah lulus dari antrop, gw mendapat kerjaan yang non-antrop yaitu sebagai auditor untuk sertifikasi lacak balak kayu. so, untuk sementara gw merasa cukup aman lah dengan kekuperan gw, altho i struggle a lot to fit myself into the newly professional world. nah, nggak lama dari dunia auditor itu, gw cabut dan pindah ke pekerjaan di semacam sekretariat organisasi. nah kebayang kan kalau kerja di kesekretariatan harus berhubungan dengan banyak orang. teknik si Indon harus diperas habis dan dimodifikasi untuk bisa sesuai dengan dunia profesional. dan gw pun tidak berhenti belajar, gw tetap meniru dan meniru. yang gw lakukan adalah gw memperhatikan teknik-teknik para kolega senior dan atasan-atasan gw (thanks Mbak Iis, Mbak Desi) dan mengambil apa yang gw pikir bagus dan cocok dengan kepribadian gw. ini terus gw lakukan sampai sekarang. and now i realize i'm pretty good at people's relationship and asking questions and i am just totally a different person from who i knew i was. far from perfect, but huge improvement.

Picture credit: www.victorialabalme.com


tiny example: basa-basi alias small talk. i haaatttee small talk and i still do, but i no longer suck at it. dulu gw bener-bener gak tau kalo harus basa-basi ngomong apa, atau hal-hal apa yang harus gw tanyain untuk menginisiasi pembicaraan. tapi sekarang gw udah sangat lumayan melakukannya.

big example: teknik wawancara. masih terkait dengan kemampuan basa-basi. kemampuan berbasa-basi sangat membantu dalam teknik wawancara. belum lama ini kemampuan gw diuji dalam sebuah project kantor, lalu teknik wawancara gw mengundang pujian dari para klien yang menyaksikan gw beraksi. cihuyy! biasanya kalo harus wawancara orang, ga ada yang menyaksikan tapi di project kemarin, si klien turut hadir dalam wawancara tersebut. dan ini membuat gw sadar betapa gw sudah banyak berubah dari gw 10 tahun yang lalu. gw sekarang bisa berbasa-basi dan mampu menciptakan pembicaraan yang mengalir, dan menanyakan pertanyaan-pertanyaan 'sulit' dengan cerdik. saelah!

Picture credit: http://data.whicdn.com


kemudian, beberapa hari setelahnya, gw menyadari diri gw sedang di salon untuk potong rambut dan ngobrol dengan si mbak salonnya dengan super lancar. pake nunjukin foto cowok gw segala ke dia. something that was almost impossible a few years ago. i would normally: (a) avoid going to salon at all, and (b) talk as little as possible. but heeey, look at me now! ;)

so there you go, the socially awkward anthropologist. gw masih harus banyak belajar tentunya, dan gw pun belum pernah masuk ke setting budaya yang sama sekali berbeda sebagaimana para antropolog-antropolog legendaris seperti Malinowski dan Geertz, but realizing where I am right now compare to where I was, really felt like something. Alhamdulillah, sesuatu banget.

Friday, March 1, 2013

eating breakfast like a pauper, i am

waks lagi-lagi gw nge-post blog soal diet/olahraga. maklum deh, sedang dalam program ingin mencari diet dan program olahraga yang sesuai dengan diriku, mengingat sejak usia 24 tahun metabolisme menurun drastis dan berat badan menanjak. ah memang si faktor U ini susah dilawan.

diet sebetulnya kan artinya adalah jumlah dan jenis nutrisi yang dikonsumsi oleh mahluk hidup meskipun orang awam lebih mengartikannya sebagai pengaturan asupan nutrisi secara sengaja untuk mengontrol berat badan atau jenis nutrisi tertentu. gw agak bermasalah dengan definisi awam ini, karena ini bisa berarti bahwa 'diet' itu tidak permanen, hanya dilakukan sampai berat badan yang diinginkan tercapai (makin cepat makin baik). menurut gw ini nggak sehat dan melakukannya bisa jadi terasa sangat menyiksa, dan bisa ditebak, setelah 'diet' berakhir, berat badan kembali menanjak.

saran utama gw dalam tulisan ini adalah, kembalilah pada definisi sejatinya (alamak, kenapa ini bahasa gw jadi ala silet??). maksudnya, aturlah asupan nutrisi kita, selalu dan selamanya. pilihlah pola makan yang bisa diterapkan sampai selamanya, bukan hanya untuk periode waktu pendek sampai kita mencapai berat badan impian.(catatan: diet bisa jadi harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan, usia atau kultural sekitar kita dari waktu ke waktu). jadi kalau ada diet yang buat kita menyiksa banget ngelakuinnya, tapi ditahan-tahanin demi mencapai berat badan ideal, mending gak usah lah.

gw udah pernah cerita sedikit tentang diet ala teman gw si dokter gizi (nama temen gw Himma). nah gw pingin bahas diet ini lebih lanjut (cos I just love it so much!)

sering banget kita dengar bahwa sarapan adalah waktu makan terpenting sepanjang hari, kalau lagi 'diet' jangan lupa sarapan, sarapan membuat kita makan lebih sedikit nantinya di sisa hari. lebih gampangnya, kepercayaan itu diartikulasikan dalam peribahasa bule seperti berikut:

"eat breakfast like a king, eat lunch like a prince, and eat dinner like a pauper"

logikanya adalah menyesuaikan jumlah asupan nutrisi sesuai dengan intensitas dari aktivitas. karena aktivitas kebanyakan orang adalah sibuk di pagi dan siang hari serta istirahat di malam hari, makan asupan nutrisi terbesar harus di pagi dan siang hari.

apakah gw pernah mencoba diet ini? tentu saja! gw dan juga banyak sekali orang lain yang memilih untuk 'tidak makan malam'. wuiiih! 'tidak makan malam' adalah jenis diet yang pualing sering gw denger. dan ini pun gw lakukan meskipun diam-diam menderita. jujur saja, perut gruyukan kalo nggak makan malem, tidur susah karena kelaperan, kalau lagi hang out sama teman-teman yang biasa terjadi di waktu makan malam cuma bisa gigit jari dan nelen ludah, gosh! entah kenapa malem kok ya bener-bener nafsu makan lagi naik-naiknya.dan bayangin, lo baru bakal makan lagi besok paginya cuyy! setelah 8 jam bobo :'( sebaliknya saat sarapan yang harusnya makan sekenyang-kenyangnya, malah nggak mood makan banyak, dan berasa kaget dan begah kalo langsung diisi penuh. ini adalah hal-hal yang gw rasakan tapi nggak pernah gw sadari ketika melakukan diet ini.

one of those socializing time at dinner


trus suatu hari si himma laporan deh via grup whatsapp. dia katanya mau sharing tentang diet dia sewaktu di Belgia (dia ngambil s2, masih soal food and nutrition, di sana). jadi dia juga sempat mengikuti diet yang sarapan besar dan makan malam kecil itu. terus, karena dia belajar gizi, dia punya food diary dong! hasilnya, total kalori yang dikonsumsi seharian jadi besar banget karena sarapan yang full ini. waah, kalau nggak percaya coba buka link ini dan ini yang mendukung pengalaman teman gw itu. menurut penelitian, sarapan yang buanyak tidak menekan nafsu makan dan rasa lapar di siang dan malam hari, sehingga sarapan nggak sarapan, jumlah makan siang dan malam tetap sama.

akhirnya dia mencoba mengikuti 'pola makan orang Eropa' yang justeru adalah kebalikan dari peribahasa itu. Kalau dibalik jadi begini:

"eat breakfast like a pauper, eat lunch like a prince and eat dinner like a king".

tapi sebagai tambahan, ada "jatah" 2x ngemil di pagi dan sore hari. kata sepupu gw Mungki yang pernah tinggal di Belanda, emang bener orang sono makannya begitu. seperti induk semang dia yang kalau makan malam buanyak banget tapi tetep kurus. jadi mari diulang:

pagi: sarapan kecil saja, Himma sih bilangnya "sebiji kue jajan pasar" + kopi. kalau gw sih kopi + 2 keping biskuit. buat anak kos kayak gw, biskuit adalah yang termudah. gw nyetok biskuit sampe buat 2 minggu, karena tetap benar; you better not skip breakfast, tapi janganlah makan menggila saat breakfast. oya kafein dalam kopi (atau teh) juga membantu meningkatkan metabolisme dan juga menekan nafsu makan. coba aja kalo nggak percaya, minum kopi (preferably tanpa gula), maka niscaya lo gak kepingin makan lagi setelahnya.

setok makanan sarapan eyke


ngemil pagi: preferably buah, atau boleh juga agak padat seperti 2 biji siomay. kadang-kadang gw indomie kalo pas lagi laper. hehehe :p but in my best moments, gw cuma makan pisang atau buah lainnya.

makan siang: setengah porsi aja, kalau ke warteg liatin ibunya pas nyendokin nasi dan jerit-jerit dengan histeris kalau dia ngasih kebanyakan. kadang udah minta setengah sambil jerit-jerit di depan termos nasi tetep aja pas bungkusan dibuka kok nasinya masih buanyak aja ya, jadi gw siasati dengan menu vegetarian (atau bahkan seluruhnya plant-based, tanpa telur ataupun susu) untuk mengurangi kalorinya. nggak harus selalu dan setiap kali makan siang menunya vegetarian, tapi diusahakan begitu. (<--- ini inisiatip gw, bukan dari himma). kalau masih merasa nggak puas (masih laper, gak hepi, jiwa terasa kosong dan merana dalam hidup ini) diguyur es teh aja kata Himma. Manis boleh, tapi lebih bagus kalau tawar.

ngemil sore: ini biasanya gw gak begitu laper sih, jadi buah aja cukup, atau lagi-lagi dua keping biskuit.

makan malam: yup, inilah waktu makan dengan porsi full. kalau gw sih coba batasin menu daging merah 2x seminggu (ketika gw ingin makan daging merah, gw makan saat makan malam), daging putih (ayam dan ikan) boleh lebih sering, tapi kalau bisa tetap dengan menu vegetarian, lebih baik.

lalu dessert! sesekali, manjakan diri dengan dessert yang lezat, cake, es krim, yoghurt, coklat, semua boleh asalkan dalam jumlah yang dibatasi (moderat)

so far diet ini ngejalaninnya sangat-sangat gampang. toh pagi males ngisi perut penuh-penuh, begah! lagian nanti siang juga bisa makan, sehingga nahan laparnya gak lama-lama amat, paling 3-4 jam doang. dan malem emang laper dan tidur lebih nyenyak dengan perut kenyang dan hati senang. perut terisi sebelum tidur 8 jam. apakah menurunkan berat badan dengan cepat? enggak juga sih, tapi apa poinnya melakukan diet dengan tersiksa dan nggak bisa dipertahankan secara jangka panjang? diet ini nggak ada pantangan, makanan apa saja silakan asalkan porsi dan frekuensinya diatur. yang jelas dengan 'memangkas' jatah sarapan, total kalori yang dikonsumsi dalam satu hari jadi lebih rendah.

diet ini juga nggak membuat lambung kita mengkerut. yes, you read them right, lambung mengkerut. besar lambung itu menyesuaikan dengan makanan yang kita masukan ke dalamnya. dulu waktu heboh2 diet, gw makan sedikit banget dan lambung gw mengkerut, jadi ketika gw sedang pingin 'libur diet', itu makanan gak bisa masuk! porsinya stuck dengan jumlah porsi sekecil yang biasa gw makan. bete kan kalo lagi ada party, makanan enak, atau sedang pingin memanjakan diri dengan makanan.

well, sejak gw mulai diet ini (ditambah dengan olahraga yang lumayan intens sih) gw turun 3 kg dalam 3 bulan (yes, that is the healthy pace, people! you can't lose weight too fast), dan visibly kehilangan banyak body fat. tapi yang lebih penting lagi, gw gak keberatan kalo gw harus mengikuti pola makan ini selamanya. and i think that matters the most. dan kesimpulan akhirnya, lo pun gak perlu ngikutin diet ini kalau emang nggak cocok dengan perut lo, rutinitas lo, keinginan lo. if breakfast is your thing, then go ahead, carilah diet yang memungkinkan lo sarapan dengan puas. dalam kasus gw, metabolisme gw, rutinitas gw dan juga kebiasaan kultural di sekitar gw bisa dengan mudah mengikuti diet ini :)

Friday, February 8, 2013

cuci rambut dengan urutan terbalik

i love the internet! you can find weird tips that works ;)

tips aneh kali ini adalah keramas dengan urutan terbalik yaitu pake conditioner dulu baru pake shampoo. tips ini gw temukan di sini

seperti sudah pernah gw ceritakan di post sebelumnya, rambut gw di smoothing 2 bulan sekali sehingga cukup ringkih dan harus dirawat mati-matian. maka, setiap kali keramas - ya, SETIAP KALI - gw biasanya memakai hair mask selain conditioner, dan hair mask ini biasanya gw diamkan selama 20 menit. pe'er? banget! anyway, kemarin gw nyoba beli krimbat merk rudy hadisuwarno yang ginseng, karena mbak-mbak salon complain katanya rambut gw rusak banget. dia bilang harus sering-sering pake masker yang ginseng. ok, jadilah gw berganti merk dari l'oreal ke rudy yang ginseng itu. gw keramas dengan shampoo phytolactum, maskeran 20 menit pake krimbat ginseng, lalu pake conditioner sunslik yang kuning. setelah itu waktu nge-blow, keringnya susaaah banget, dan tak lama setelah di blow, rambut gw layu dan ya ampuuun kepala gw sakit karena berasa keberatan rambut! seriously! waktu gw iket itu rambut, sakit kepala langsung mereda. heboh kan?



nah langsung lah gw berniat untuk potong rambut lagi, dan mulai cari-cari model agar rambut gw yang super tebal ini bisa dikurangi agar nggak kelewat berat. nah anehnya, lagi asik-asik browsing model rambut kok malah nemunya si blog itu tadi. hmm.. menarik, jadi gw cobalah keramas terbalik kemarin. urutannya gw basahin rambut trus pake krimbat ginseng dulu, diemin 20 menit lalu bilas, pake conditioner sunslik kuning, lalu keramas pake shampoo phyto. hasilnya....: kusut xD. tapi tetap halus dan mudah disisir kok dan waktu di blow, dia agak lebih cepat kering daripada waktu itu. rasanya: bersih, ringan tapi halus! uenakeeeee! jadi, yaaay, mulai sekarang gw akan keramas seperti ini :)

Monday, February 4, 2013

my hair cost a damn lot

Hari ini, yang rencananya gw mau menghabiskan Rp. 220 ribu untuk shampoo, akhirnya end up menghabiskan Rp. 600 ribu. Shame! Shaaamee!! Begini nih yang katanya mau nabung. Bahkan semestinya gw udah cukup malu menghabiskan Rp. 220 ribu untuk sebotol shampoo.

Jadi gini ceritanya, my boss was gushing about this Phyto brand. Kata temannya, merk ini efektif sekali untuk menangani kerontokan rambut. Mbak Iis - my boss - memang memiliki masalah kerontokan rambut. Jadi, berhubung, ane orang Jakarte sedangkan die orang Bogor, beliau titip sama gw untuk beliin. Nah pergilah gw ke mall untuk beliin, tapi end up nggak berani membelikan dikarenakan beragamnya pilihan produk untuk rambut rontok/tipis/aging et cetera et cetera. Udah mana sebotolnya mahal beuuut, ntar salah beli bisa gawat.

Tapi lalu akhirnya Mbak Iis beli sendiri pas kebetulan ke Jakarta. Nah, tapi setelah beberapa lama memakai produk itu, dia complain, katanya jadi ketombean, nggak cocok. Lalu, sisa shampoo yang masih banyak itu dihibahkan ke gw. Waaawww senangnya dapet hibah sampo mahal setelah beberapa waktu lalu pernah kehibahan minyak pembersih wajah merk SK II. Hehehehehe. Sering-sering ya Mbaaak ^____^

Sebagai latar belakang, rambut gw super keriting dan super tebal helaiannya dan juga super banyak dan sekarang statusnya itu rambut di-smoothing tiap 2 bulan sekali biar tetap lurus. Sebetulnya banyak yang bilang bagusan kalau keriting, tapi masalahnya, kalau rambut keriting ditipisin, dia jatuhnya nggak bagus, sedangkan kalau nggak ditipisin, gw nggak kuat, soalnya berat dan gerah dan bikin gw sakit kepala (literally). Ditambah, rambut keriting membuat gw tampil kurang polished dan kurang profesional di dunia kerja.

Tebak gw yang mana! xD


Anyway, dengan jadwal smoothing rambut yang sangat sering dan ditambah nature dari rambut keriting yang memang kering dari sononya (most rambut keriting memiliki tekstur yang sangat kering dan harus rajin sekali dirawat), rambut gw cukup rusak, kering dan kaku. Gw pun mulai hati-hati memilih produk rambut. Pernah membaca tips bahwa shampoo yang merk 'normal' beli di supermarket itu terlalu keras untuk rambut. Disarankan membeli shampoo 'merk salon' yang memiliki formula lebih lembut. Sebelum ini gw makai Schwarzkopf yang belinya di Food Hall dan cukup ok sebetulnya. Tapi gw tergoda membeli Suave yang lebih murah dan ngakunya "salon quality" tapi ternyata ngehe. Jadi begitu dapet si lungsuran Phyto (Phytolalctum, varian yang untuk frequent use), langsung dengan hepi gw coba, dan OOOOHHH BETAPA RAMBUT GW JADI LEMAS DAN HALUUUUSS.

Rambut yang sudah dilurusin


So.. there you go.. Shit. Now, I have to buy a goddamn expensive shampoo. Sebotolnya Rp. 220 ribu. Well, if I am to buy a shampoo that expensive, it better be the correct one, jadilah gw riset dan pilihan jatuh pada Phytokeratine (varian untuk rambut rusak) karena sepertinya rambut yang dismoothing 2 bulan sekali membutuhkan perawatan untuk rambut rusak.

Nah hari ini gw ke toko untuk beli, karena botol hibahan sudah habis. Eh dasar ya salesnya jago, gw end up spending Rp. 600ribu. Ditawarin gratisan travel pack isi shampoo + conditioner seharga Rp. 200ribu kalau belanja Rp. 500ribu. Hm, beli shampoo 2 botol belum nyampe Rp. 500ribu... eh si masnya nawarin hair spray dan sialnya gw emang berniat beli hair spray (meskipun tadinya cuma niat beli Blue Minkle yang harganya kagak nyampe Rp 50ribu pun). Hair spray Phyto seharga Rp. 178 ribu....yang akhirnya gw rela beli hanya karena ada kata 'botanical' di depan kata 'hair spray'. 'Botanical hair spray". Take note advertising people, put the word 'botanical' in front and may be able to sell anything -____-'

Sunday, January 13, 2013

pose yoga untuk pegal-pegal

Sejak mulai ikutan yoga 4 bulan yang lalu, gw bener-bener jatuh cinta. Yes, the poses are hard, and sometimes you just want to kill your yoga instructor, tapi setelah latihan badan terasa enak banget. Juga gw yakin yoga berkontribusi besar pada program workout gw (gym 3x seminggu). Badan lebih cepat terlihat lean, dan fat lebih cepat hilang.

Saking senengnya dan karena gw tipikal overachiever, gw mulai nambah yoga di rumah dengan menggunakan resource video-video yang tersedia di internet. Awalnya gw cuma mau catch up biar bisa melakukan berbagai pose di kelas dengan lebih mudah. Gw cari video yang basic banget biar posenya bisa bagus (kalau di rumah kan bisa lebih konsentrasi), dan juga membiasakan badan dengan berbagai pose secara lebih gradual (kalau di kelas kan gurunya sadis, langsung kasih yang berat-berat). Kemudian praktik ini terbukti berguna karena gw mulai skipping classes karena hujan, kecapekan, malas bangun pagi, nggak ada transport, dsb dsb.... Tanpa kelas pun gw tetap mempraktikan yoga di rumah. 

Lalu awal tahun ini gw membuat resolusi untuk mengurangi kegiatan pijet. Sebagai informasi, saya dan pacar saya addict pijet (Bersih Sehat atawa Kenko). Pijet adalah kegiatan favorit kami SETIAP akhir pekan. Parah kan? Jadi gw berniat untuk mengurangi pijet di tahun ini. Sebulan sekali harusnya cukup lah. Akan tetapi program workout di gym yang cukup berat dan kadang juga sequence yoga yang gw ikutin bikin otot terasa super pegal. Kalau udah begini, sangat tergoda deh untuk pijet. Tapi dengan memilih latihan yoga yang banyak stretching, kita bisa menghilangkan pegal-pegal itu sehingga tidak perlu pijet. Baru siang ini saya terkagum-kagum dengan manfaat beberapa pose yoga untuk mengilangkan pegal-pegal pada beberapa bagian otot. Weekend ini, saya merasakan pegal luar biasa pada leher, pundak, juga paha depan dan belakang. Beberapa pose yoga yang sangat menghilangkan pegal adalah:

Pundak

1. Eagle arms (Garudasana)

2. Dolphin pose (Makarasana) --> sumpah yang ini enak banget

Quadriceps (Paha depan)

One-legged King Pigeon Pose (Eka Pada Rajapoksatana)

Hamstring (paha belakang)

Wide-Legged Forward Bend

Head to Knee (Janu Sirsasana)

Sumpah habis melakukan pose-pose ini badan terasa enaak banget dan sebagian besar rasa pegal menghilang! I love the internet! :D

cerita olahraga saya

Dari sejak SMA sebetulnya gw suka berolahraga. Terima kasih pada guru olahraga SMA 70 yang paling epik yaitu Pak Waluyo! Gw fit banget waktu SMA, berolahraga minimal 3 kali seminggu, ditambah ekskul TLUP (Paskibra-nya 70), langganan majalah "Fit" (seriously!), berdiet, pokoknya fit deh!

Tentunya selepas SMA, kebiasaan baik ini hilang seiring dengan diri yang sedang berusaha beradaptasi menjadi mahasiswa. Waktu SMA berat badan gw 55 kg (yes, I am going to expose my weight in this post). Lulus kuliah membengkak ke 58, dan setelah 5 tahun kerja membengkak lagi ke..... *gasp... 63! (oh ya, tinggi badan gw 168 cm)

Sekitar setahun yang lalu sempat sukses agak kurus. Lupa berat badan berapa, tapi yang jelas pinggang berasa langsiiiiiing banget. Itu akibat fitness gila-gilaan 4-5 kali seminggu (di bawah pengawasan dokter olahraga loh), ditambah diet ketat. Itu dicapai dalam waktu 2 bulan saja. Jadi begini ceritanya, sahabat saya dari SMA ngambil spesialisasi kedokteran olahraga di UI. Tentunya saya memanfaatkan nasihat beliau secara gratisan. Di post terdahulu saya sudah menceritakan soal dr. Sophie dan resep manjurnya. Awalnya saya fitness 3 kali seminggu, tapi karena nggak sabar saya minta dinaikan 4-5 kali seminggu. Lalu juga ditambah diet ketat dengan sarapan dan makan malam diganti WRP. Gila-gilaan deh pokoknya. Lalu sebagaimana program apapun yang terlalu ngoyo dan perfeksionis, begitu mulai musim hujan dan nggak bisa nge-gym (ke gym biasa diantar naik motor) dan tumpukan pekerjaan yang heboh, gw mulai kehilangan sesi demi sesi nge-gym, dan karena ketidak'perfect'an sesi-sesi nge-gym tersebut, akhirnya gw menyerah sama sekali! Hm, so typical.

Another back story, gw sangat suka dansa tapi jarang mendapat kesempatan belajar. Sempat les salsa selama 6 bulan sekitar 3 tahun yang lalu. Tapi impian terbesar gw adalah belajar Argentine Tango. Beberapa bulan yang lalu akhirnya dapat juga info soal guru tango di Jakarta dari internet. Hah! So this is it, gw akan belajar tango. Langsung saya daftar privat sekali seminggu, ditambah boleh ikut kelas sekali seminggu secara gratis sebagai promo dari gurunya. Hehehe. Ketika mulai, berasa deh betapa nggak fitnya bodi ini. Balance parah, fleksibilitas parah, cardio payah, badan berasa berat (berat badan 63). Jadi saya mulai lagi program fitnessnya. Kali ini santai saja lah 3 kali seminggu, dan saya juga tidak lantas berhenti meskipun kehilangan 2 bahkan 3 sesi. Fitness teruuus! Kemudian kebetulan teman-teman pada ngajakin untuk kelas yoga dengan manggil guru privat. Langsung saya daftar ikutan dengan harapan dapat meningkatkan fleksibilitas dan keseimbangan saat belajar Tango. Jadi jadwal saya: tango 2x seminggu, gym 3x seminggu ditambah yoga 1x seminggu. Capek tapi gw hepi banget.

Oh ya, untuk diet, akhirnya pun gw mendapatkan resep diet yang efektif. Teman SMA saya juga, yang ambil spesialis gizi (Gosh, I'm so lucky), baru balik dari Belgia dan berbagi resep diet suksesnya yang berupa pola makan orang Eropa. Polanya: sarapan dikiiit (setara satu biji jajan pasar plus minum kopi), ngemil menjelang siang (boleh lebih padat dikit dari sarapan, setara misalnya 2 biji siomay), makan siang ringan (setengah porsi), lalu ngemil lagi sore (setara ngemil pagi), dan baru makan malam full kenyang! Pola makan ini sama sekali nggak nyiksa karena kita nggak merasa kelaparan. Waktu diet awal dengan WRP gw seringkali merasa kelaparan sekali di malam hari. Sedangkan dengan ini, kita tetap bisa makan kenyang di malam hari. Iya gw tau memang aneh, biasanya orang diet dengan skip makan malam, dan sarapan juga biasanya dianggap 'holy meal time', but this really works. Bonus: kita nggak merasa ngantuk saat jam kerja karena perut kita nggak kekenyangan. Logikanya adalah kita cut kalori dari sarapan padat bergizi seperti bubur ayam atau lontong sayur yang sebetulnya sangat menambah calorie count di akhir hari.



Bahkan dari jalan sebulan doang, mulai deh orang-orang notice bahwa saya mengurus (setelah 3 bulan secara berat sih gw turun 3 kg, jadi berat gw sekarang 60 kg, tapi noticably kehilangan banyak body fat). Gw sendiri sok nggak notice karena terlalu asyik dengan kegiatannya sendiri, sehingga hasil dari kegiatan itu malah gw nggak perhatikan. Dan so far, malahan yang begini yang tahan lama. Gw pun cuek aja ketika intensitas menurun; sekarang tango cuma sekali seminggu, yoga udah jarang ikutan kelas bareng temen2 karena kesulitan jadwal dan logistik (tapi tetap yoga sendiri di rumah). Tapi yang jelas itu tadi, kegiatannya yang dinikmati, sedang hasilnya belakangan, ditambah kita nggak menyiksa diri amat.

Yah begitulah, semoga tetap cemungudh eeaa qaqaaaq!

Monday, December 31, 2012

renungan tentang free will

"Ketika ditanya apakah ia memiliki kehendak bebas (free will) atau tidak, novelis abad ke-20 Isaac Bashevis Singer secara bercanda menjawab: I have no choice"
(Catchcart & Klein 2007: 21) --> absolutely love this book

Saya setuju dengan jawaban Mr. Singer yang sangat mengena. Kita tidak punya pilihan, mau tidak mau kita harus percaya bahwa kita memiliki free will.

Oxymoron? Exactly :) Saking tidak punya free will-nya, kita bahkan tidak bisa memilih untuk tidak percaya free will. Kita harus percaya bahwa kita punya free will. Kalau tidak, bagaimana kita memutuskan sesuatu, bagaimana kita bertindak dan bagaimana kita bertanggung jawab atas tindakan itu? Ah, tapi saya harus mengakui bahwa kadang-kadang kalau sedang mengalami hari yang buruk saat saya membuat serentetan keputusan bodoh, saya mengingat bahwa free will adalah ilusi dan itu membuat saya merasa lebih baik. There was nothing else I could've possibly done. My actions, were determined. Haha.



Stephen Hawking dan Leonard Mlodinow (2010: 31-32) menjelaskan (saya buat terjemahan secara bebas):
"Meskipun kita merasa bahwa kita dapat memilih apa yang kita lakukan, pemahaman kita terhadap dasar-dasar molekular biologi menunjukkan bahwa proses-proses biologi diatur oleh hukum fisika dan kimia dan maka dari itu prosesnya sudah ditentukan sebagaimana orbit-orbit planet"

Yup, proses berpikir yang kita lakukan untuk mencapai sebuah keputusan dan tindakan adalah hasil dari serangkaian proses fisika dan kimia dalam sel-sel otak dan tubuh kita. Sebagaimana bola yang dijatuhkan Galileo Galilei dari atas menara pisa mengikuti hukum gravitasi, sel-sel otak kita pun bergerak mengikuti hukum fisika dan reaksi-reaksi kimia yang menghasilkan keputusan untuk -misalnya- tidak pergi kemana-mana pada malam tahun baru dan menulis blog ini.

Sebagaimana kita dapat meramalkan kapan terjadinya gerhana matahari, kalau memang pikiran manusia mengikuti hukum alam, semestinya kita dapat meramalkan perilaku tersebut dong?

Hawking dan Mlodinow (2010: 32) menjelaskan:
"Sementara mengakui bawa perilaku manusia memang ditentukan oleh hukum alam, namun juga tampaknya cukup beralasan untuk menyimpulkan bahwa hasilnya ditentukan dalam cara yang sangat rumit dan dengan begitu banyak variabel sehingga tidak memungkinkan secara praktis untuk diramalkan. Untuk itu, seseorang harus mengetahui keadaan awal dari tiap ribuan triliun triliun molekul dalam tubuh manusia dan memecahkan angka sebanyak itu dalam sejumlah persamaan-persamaan."

Jawabannya bisa, hanya saja terlalu rumit dan tidak mungkin dipraktikan karena kerumitan dan banyaknya variabel, sedangkan otak kita mengambil keputusan dalam waktu sepersekian detik saja berdasarkan ribuan triliun triliun variabel tersebut.



Akan tetapi meskipun manusia tidak memiliki free will, bukan berarti bahwa masa depan sudah ditakdirkan (pre-determined). Ketika sebuah bola menyerah pada hukum Newton ketika dia digelincirkan, bukan berarti lintasan bola tersebut sudah ditakdirkan sejak sebelum dia digelincirkan. (somebody told me this, I wish I could give him/her credit).



I just find it fascinating! :)


Referensi:

Cathcart, T & D. Klein. 2007. Plato and a platypus walk into a bar: Understanding philosophy through jokes. New York: Penguin Books.

Hawking, S & L. Mlodinow. 2010. The grand design: New answers to the ultimate questions of life. London: Bantam Press.